hipertensi lansia

Hipertensi Pada Lansia

Penulis:
Dokter spesialis jantung di Singapura

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi adalah kondisi umum yang menyerang banyak orang. Insiden ini semakin meningkat seiring pertambahan usia dan semakin umum di antara populasi menua. Seorang pasien didiagnosa hipertensi ketika ia memiliki tekanan darah (BP) >140/90 mmHg.

Beberapa pasien mengalami BP ketika di dalam ruang dokter sementara BP mereka ‘normal’ di rumah. Kondisi ini disebut dengan hipertensi ‘jas putih’ dan bisa diatasi dengan pengamatan tekanan darah selama 24 jam (alat kecil yang bisa dibawa kemana saja tersedia di kantor dokter spesialis jantung). Meski kondisi ini biasanya tidak memerlukan perawatan, terdapat beberapa bukti bahwa hipertensi tidak sejinak yang diperkirakan sebelumnya, dan pengamatan mendalam terhadap BP pasien akan diperlukan.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Pentingnya Deteksi

Hipertensi tidak menimbulkan gejala pada sebagian besar pasien. Pada kasus langka, tekanan darah sangat tinggi dapat menimbulkan sakit kepala (meski sebagian besar sakit kepala tidak berkaitan dengan BP pasien), napas tersengal-sengal, dan pandangan kabur.  Namun demikian, pada sebagian besar orang, hipertensi adalah ‘pembunuh dalam diam’. Hipertensi dalam waktu lama yang tidak terkontrol dengan baik meningkatkan kekakuan pada pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan pada banyak organ. Jantung harus memompa lebih keras karena tekanan yang lebih tinggi, menyebabkan stres yang lebih besar pada otot jantung. Pasien dengan hipertensi berada pada resiko stroke tinggi, serangan jantung, gagal jantung, kerusakan ginjal, dan aneurisma aorta (pembesaran aorta) yang bisa memicu pecah jantung.

Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi dan merawat pasien, terutama pasien muda, untuk mengurangi resiko tersebut. Bahkan pasien lansia (>80 tahun) bisa mendapatkan manfaat dari perawatan hipertensi karena mereka bisa mengurangi stroke dan kejadian jantung berulang. Dengan demikian, perawatan darah tinggi bermanfaat bagi semua pasien terlepas dari usia mereka.

Penyebab

Pada sebagian besar pasien hipertensi, tidak ada penyebab spesifik yang bisa ditemukan (dalam dunia medis disebut dengan hipertensi ‘esensial’). Biasanya banyak faktor berkontribusi pada hipertensi tersebut seperti genetik (riwayat keluarga), gaya hidup (sedentari), stres (lingkungan stres tinggi), diet tinggi garam dll.

Pada sedikit pasien (biasanya pasien muda <35 tahun), penyakit lain yang tersembunyi bisa menjadi penyebab hipertensi. Pada kelompok usia ini, investigas, termasuk tes darah dan urin, dilakukan untuk mencari tahu penyakit tersembunyi itu. Pada pasien lansia, khususnya >65 tahun, penyebab tersembunyi yang paling umum, jika ada, adalah penyempitan pembuluh darah yang memberikan suplai pada ginjal. Pada kasus langka ini, perawatan penyakit tersembunyi dapat ‘menyembuhkan’ pasien hipertensi.

Perawatan

Sebagian besar pasien dengan hipertensi dapat mengontrol BP mereka secara memuaskan dengan modifikasi gaya hidup dan terapi obat. Diet rendah garam, latihan fisik rutin, penurunan berat badan, dan pengurangan stres dapat menurunkan BP. ini dapat membantu pasien dengan hipertensi ringan. Namun, karena tidak mungkin menurunkan BP lebih dari 10mmHg dengan pengukuran tersebut, sebagian besar pasien masih membutuhkan terapi obat.

Ada empat kelas mayor obat yang tersedia untuk merawat hipertensi dan macam kombinasi yang bisa digunakan. Pada pasien lansia, diuretik thiazide (obat untuk mengurangi garam dan air) dan penyumbat saluran kalsium sepertinya efektif dalam merawat hipertensi juga mengurangi resiko stroke. Kombinasi ideal obat tergantung pada masing-masing dokter karena mereka akan memperhitungkan juga faktor resiko lainnya seperti ada atau tidaknya penyakit lain.

Panduan terbaru dari American Joint National Committee tentang hipertensi telah merekomendasikan perawatan lansia (>60 tahun) dengan target BP <150/90mmHg. Pada pasien yang lebih muda, targetnya adalah <140/90mmHg.

Pemeriksaan dan Pencegahan

Cara termudah untuk mendeteksi hipertensi adalah dengan menjalani pemeriksaan rutin dengan dokter Anda. Pengukuran BP sederhana di ruang dokter akan sangat berguna. Pada kasus tertentu, pengamatan BP 24 jam yang terspesialisasi dengan alat non-invasif portable bisa dilakukan. Deteksi dan perawatan dini dapat membantu mencegah banyak komplikasi yang dikaitkan dengan hipertensi. Gaya hidup sehat (latihan fisik, diet rendah garam, menjaga berat badan ideal, menghindari stres berkepanjangan, tidak merokok, dll) dapat mengurangi resiko pengembangan hipertensi. Jika masih ragu, temui dokter untuk pemeriksaan sederhana. Pemeriksaan ini mungkin dapat menyelamatkan Anda dari komplikasi yang lebih parah.

Penulis: dr. Paul Chiam, dokter spesialis jantung di Singapura. Diterjemahkan dari artikel Hypertension in Seniors.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0