ibu hamil batal berpuasa

Jika Ibu Hamil Alami 9 Kondisi Ini, Segera Batalkan Puasa

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Puasa memang tidak memengaruhi bobot bayi ketika dilahirkan. Namun, ibu hamil atau menyusui harus mewaspadai kondisi tertentu yang membuat puasa mesti ditunda.

Anjuran itu adalah hasil penelitian yang disampaikan dr. Frizar Irmansyah Sp.OG, seorang dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Pusat Pertamina.

dr. Fizar menambahkan, boleh atau tidaknya ibu hamil berpuasa tergantung kondisi medisnya. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Menurutnya, setidaknya ada 9 kondisi darurat yang mengharuskan ibu hamil membatalkan puasa, antara lain:

1. Pertumbuhan Janin Terhambat

Saat berpuasa, ibu hamil hanya makan saat sahur dan berbuka. Pastikan kebutuhan nutrisinya dan janin terpenuhi lewat makanan dan minuman yang dikonsumsi. 

Caranya dengan membuat menu puasa khusus ibu hamil, yang mengandung karbohidrat kompleks, tinggi protein, dan tinggi kalsium. 

Kekurangan asupan nutrisi akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin. Jika dipaksakan berpuasa, justru membuat pertumbuhan janin terhambat.

2. Mual dan Muntah

dr. Frizar juga tidak menyarankan puasa bagi ibu hamil pada trimester pertama kehamilan atau usia kandungan di bawah 14 minggu. 

Trimester pertama kehamilan adalah masa di mana ibu hamil sering mengalami mual dan muntah. Ada pun morning sickness atau mual saat hamil yang umum dialami oleh ibu hamil. 

Kondisi perut mual dan muntah berlebihan disebut dengan hiperemesis gravidarum. Itu merupakan bentuk ekstrem dari morning sickness. Dalam kondisi tersebut, ibu hamil sangat disarankan menunda puasa karena dapat membahayakan jiwa.

3. Tubuh Sangat Lemas

Tidak adanya asupan makanan dan minuman selama beberapa jam, membuat ibu hamil akan kekurangan energi dan cairan tubuh. Hal tersebut membuat daya tahan tubuh hamil yang memang kurang stabil. Bahkan, ibu hamil bisa sangat lemas sampai mata berkunang-kunang saat beraktivitas. 

Ketika itu terjadi, dr. Frizar menyarankan ibu hamil langsung membatalkan puasa. Kemudian langsung minum segelas air putih untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Jika tidak kunjung pulih, segera hubungi dokter spesialis kandungan.

4. Tekanan Darah Tinggi

Selanjutnya dr. Frizar mengatakan sebaiknya ibu hamil segera membatalkan puasa ketika kondisi tekanan darah tidak terkontrol. 

Itu dilakukan karena ketika tekanan darah tidak terkontrol, ibu hamil harus segera minum obat demi mencegah risiko yang timbul. 

Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, perlu menjaga asupan obat-obatan yang diresepkan dokter, demi mengontrol naik dan turunnya tekanan darah.

5. Mengidap Penyakit Jantung

Selain tekanan darah tinggi, ibu hamil dengan penyakit jantung juga dianjurkan menunda puasanya. 

Penyakit jantung termasuk salah satu penyakit kronis, yang mengharuskan seseorang minum obat secara rutin setiap hari. 

Ibu hamil dengan penyakit jantung jauh lebih berisiko dibanding mereka yang mengidap penyakit lainnya. Sebab, energi yang dibutuhkan ibu hamil untuk beraktivitas bertambah dua kali lipat.

Kondisi Darurat Lainnya

Selain yang disampaikan oleh dr. Frizar, masih ada kondisi kesehatan lainnya yang perlu diwaspadai ibu hamil ketika berpuasa, antara lain:

6. Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi medis yang harus dihindari oleh ibu hamil. Jika sampai terjadi, akibatnya bisa fatal. 

Gejala awal dehidrasi bisa dilihat dari rasa haus berlebih, mulut kering, tubuh lelah, pusing, dan sembelit.

Dehidrasi akut atau kronis bisa menyebabkan ibu hamil kejang atau syok karena tekanan darah menurun. 

Jika dehidrasi telah berubah menjadi ekstrem, ibu hamil berisiko mengalami cerebral edema, yaitu pembengkakan otak akibat penumpukan cairan di dalam otak. 

Dehidrasi yang dialami ibu hamil juga membahayakan tumbuh kembang bayi di dalam rahim. Kurangnya cairan secara otomatis mengurangi pasokan air ketuban di dalam kandungan. Dehidrasi dapat menyebabkan terganggunya tumbuh kembang bayi, bahkan hingga terjadi keguguran. 

7. Mimisan

Mimisan atau epistaksis adalah perdarahan pada lubang hidung yang bisa disebabkan oleh banyak hal. 

Dalam kasus ibu hamil, mimisan bisa saja terjadi ketika hormon kehamilan meningkatkan aliran darah dan membuah pembuluh darah di hidung bengkak, serta mudah pecah. 

Meski mimisan saat hamil tidak cukup berbahaya, tetapi harus tetap waspadai, terutama jika mimisan ketika berpuasa.

Jika ibu hamil sampai mimisan, segeralah minum segelas air dan bersihkan hidung dengan air secara perlahan agar selaput lendir hidung tetap terhidrasi dengan baik. 

Biasanya mimisan terjadi hingga lebih dari 30 menit. Efeknya, ibu hamil bisa saja menjadi sulit bernapas, dada sesak, dan kepala terasa pusing.

8. Pergerakan Bayi Berkurang

Kondisi ini patut diwaspadai untuk ibu hamil yang masuk di trimester kedua kehamilan. 

Cara memantaunya dengan membandingkan pergerakan bayi sebelum dan selama berpuasa. Jika dalam waktu 2 jam, frekuensi pergerakan bayi ketika puasa lebih jarang, maka ibu hamil lebih baik tidak berpuasa. Kemudian lihat reaksi bayi, apakah pergerakan mereka kembali normal atau tidak setelah Anda membatalkan puasa. 

Jika tidak menunjukkan tanda-tanda pergerakan, segeralah ke dokter spesialis kandungan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

9. Diare

Selama berpuasa, ibu hamil bisa saja mengalami diare  atau gangguan sistem pencernaan lainnya. Ini terjadi karena paparan bakteri atau pola makan saat sahur dan berbuka yang kurang baik. 

Ketika ibu hamil mengalami diare, tubuhnya akan kehilangan sejumlah cairan sehingga ia merasa lemas. Jika ini terjadi, segera batalkan puasa dan minum obat. 

Kehilangan banyak cairan saat diare dapat menyebabkan dehidrasi yang berdampak pada berkurangnya cairan ketuban, dan akhirnya menggangu perkembangan janin.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0