olahraga untuk ibu hamil

Perlukah Ibu Hamil Olahraga? Bagaimana Amannya?

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Secara umum, ibu hamil boleh olahraga dan aman. 

Bahkan dalam beberapa kondisi, berolahraga sangat direkomendasikan. Dengan catatan ibu hamil memang sudah aktif secara fisik sebelum hamil, sehingga relatif aman untuk tetap aktif ketika hamil. 

Kemungkinan besar pun dokter akan membolehkan jika tidak ada kelainan kesehatan. Karenanya, sangat disarankan konsultasi ke dokter spesialis kandungan dulu sebelum memulai rutin olahraga.

Tujuan utama ibu hamil berolahraga tentu bukan menurunkan berat badan, melainkan menjaga kebugaran tubuh. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Manfaat Olahraga Saat Hamil

Berolahraga selama 30 menit setiap hari sangat bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil. Begitupula berolahraga selama 20 menit setiap 3 hingga 4 kali seminggu. Yang penting fisik Anda tetap aktif dan aliran darah mengalir lancar. 

Supaya berhasil menyelesaikan olahraga secara teratur selama kehamilan, sebaiknya buat rencana yang matang kapan dan berapa durasi yang Anda gunakan selama seminggu berolahraga. 

Dilansir American Pregnancy Association (APP), manfaat olahraga saat hamil di antaranya:

  • Memperbaiki postur tubuh.
  • Meningkatkan energi dan stamina.
  • Membantu Anda kembali bugar pasca melahirkan.
  • Menjaga kebugaran tubuh selama masa kehamilan.
  • Meningkatkan tonus otot, kekuatan, dan daya tahan tubuh.
  • Meningkatkan kualitas tidur, karena Anda bisa tidur nyenyak.
  • Mengurangi sembelit, kembung, bengkak, dan sakit punggung.
  • Memperbaiki suasana hati, karena ibu hamil cenderung moody.
  • Melancarkan persalinan dan membantu Anda saat menghadapi kontraksi.
  • Mencegah atau mengobati diabetes gestasional yang muncul saat kehamilan.

Bagi sebagian besar wanita hamil, olahraga sangat bermanfaat. Namun, bagi sebagian wanita dengan kehamilan berisiko tinggi atau berisiko persalinan prematur, olahraga harus dipantau ketat agar tidak mengancam pertumbuhan janin. 

Tanyakan kepada dokter atau penyedia layanan kesehatan sebelum Anda memulai program olahraga teratur. 

Ibu Hamil Jangan Olaraga Jenis Ini

Sayangnya, tidak semua jenis olahraga boleh ibu hamil lakukan. Berikut beberapa jenis olahraga yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil:

  • Aktivitas yang mungkin menyebabkan Anda terjatuh.
  • Latihan fisik yang menyebabkan kram perut, seperti perubahan gerakan fisik yang cepat.
  • Aktivitas yang mengharuskan Anda melompat.
  • Aktivitas dengan gerakan memantul sambil meregangkan otot. 
  • Gerakan memutar pinggang ke kanan dan ke kiri sambil berdiri.
  • Latihan intens dalam periode panjang tanpa jeda istirahat.
  • Berolahraga di cuaca panas dan lembab.
  • Jangan menahan napas untuk waktu yang lama.
  • Jangan berolahraga sampai kelelahan, pahami limit fisik Anda.

Jenis Olahraga yang Dibolehkan untuk Ibu Hamil

Setidaknya ada 5 jenis olahraga yang secara umum relatif aman dilakukan ibu hamil:

Yoga

Gerakan yoga membuat ibu hamil lebih rileks, sehingga menghilangkan tekanan fisik dan emosional selama kehamilan. Gerakan yoga secara umum pun relatif aman dilakukan ibu hamil. Namun, disarankan Anda ditemani instruktur berpengalaman seputar yoga untuk ibu hamil. Beberapa rumah sakit pun memiliki kelas yoga khusus ibu hamil.

Berenang

Ibu hamil boleh berenang dengan gerakan yang santai. Selama berenang, ibu hamil tidak boleh menyelam, melompat atau melakukan teknik yang menguras tenaga. Tak perlu khawatir soal kaporit yang biasanya ada di kolam renang. Larutan kaporit tergolong desinfektan baik, sehingga aman untuk ibu hamil. Itu menurut dr. Stephen Lebder dari Premier Gynecology and Obstetrics di Louisville, Amerika Serikat

Aerobik

Seperti berenang, hindari gerakan aerobik yang menguras tenang. Jika ibu hamil memang telah rutin beraerobik sebelum kehamilan, maka olahraga ini relatif aman. Namun, jika baru memulai lagi setelah sekian lama vakum, dianjurkan olahraga 15 menit saja selama 3 kali seminggu, kemudian ditingkatkan menjadi 30 menit selama 4 kali seminggu.

Jalan Santai

Mungkin ini jenis olahraga paling murah dan mudah dilakukan semua ibu hamil. Sebelum mulai berjalan, jangan lupa lakukan peregangan otot agar tidak kram. Disarankan melakukan jalan santai di pagi atau sore hari agar tidak cepat lelah akibat terik matahari.

Sepeda Statis

Sepeda statis menawarkan manfaat serupa seperti bersepeda sesungguhnya, tapi lebih aman. Apalagi ibu hamil lebih berisiko terjatuh jika bersepeda di jalan. Baiknya, olahraga sepeda statis bisa dilakukan di dalam ruangan. Dibandingkan jenis olahraga lainnya, ibu hamil lebih dapat mengontrol intensitas dengan sepeda statis.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0