Tips Menyusui saat Bulan Puasa Agar Tidak Dehidrasi

Tips Menyusui saat Puasa Agar Tidak Dehidrasi

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Apr 5, 2021
Update terakhir: Apr 5, 2021

Menyusui anak adalah kewajiban seorang ibu, tapi bagaimana jadinya jika ibu sedang berpuasa? Selama bulan puasa, Anda tidak boleh makan, minum, dan melakukan aktivitas seksual dari matahari terbit sampai matahari terbenam. Selain itu, Anda juga dilatih menjadi manusia yang sabar, baik hati, dan murah hati. Smarter Health akan membagikan tips menyusui saat puasa Ramadan dan banyak hal penting lainnya.

Hubungi dokter spesialis anak atau konsultan laktasi jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar menyusui saat bulan puasa.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

 

Apakah Puasa Membahayakan Bayi Anda?

Tubuh Anda beradaptasi dengan perubahan pola makan dengan menggunakan kalori secara lebih efisien dan menjaga produksi ASI. 

Penelitian pada ibu menyusui yang berpuasa menunjukkan bahwa meskipun hanya ada sedikit perubahan dalam jumlah ASI yang diproduksi, tapi komposisi ASI sedikit berubah. Akan tetapi perubahan tersebut hanya muncul pada wanita yang telah berpuasa lebih dari 24 jam. Oleh karena itu, ibu yang sedang menyusui wajib sahur.

Meskipun makronutrien dalam ASI tidak berubah, jumlah kandungan zat gizi mikro seperti zinc, magnesium, dan kalium di dalam ASI ibu yang berpuasa lebih sedikit dalam waktu lama.

Kandungan lemak ASI tidak akan berubah selama puasa. Ini karena tubuh Anda akan menggunakan simpanan lemak jika Anda tidak cukup makan.

Berat badan dan tingkat pertumbuhan bayi kemungkinan besar tidak akan berubah jika Anda menyusui selama bulan Ramadhan. Namun, penting untuk tetap melihat gejala kesehatan yang buruk pada bayi Anda. 

Tanda dan gejala gizi bayi Anda mungkin tidak tercukupi antara lain: 

  • Warna feses kehijauan.
  • Berat badan bayi turun.
  • Bayi terus-menerus menangis.
  • Popok yang basah lebih sedikit.

Apakah Puasa Membahayakan Anda saat Menyusui?

Berpuasa terlalu lama akan menjadi sulit bagi wanita untuk berpuasa karena meskipun produksi ASI tidak akan menurun, energi ibu mungkin merasa sangat terkuras di penghujung hari. Penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang menyusui eksklusif dapat mengalami dehidrasi.

Ibu yang menyusui boleh berpuasa selama bulan Ramadan jika Anda mau, tetapi pastikan tubuh Anda cukup sehat untuk berpuasa dan bayi Anda mendapatkan nutrisi yang cukup. 

Anda mungkin kehilangan berat badan hingga 1 kg per minggu jika Anda berpuasa dan menyusui, tetapi ini tidak akan memengaruhi produksi ASI. Jika Anda kehilangan berat badan lebih dari ini atau melihat tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya Anda berhenti berpuasa.

Gejala dehidrasi antara lain: 

  • Urine berbau busuk.
  • Merasa sangat haus.
  • Merasa ingin pingsan
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Urine berwarna sangat gelap.
  • Tetap mengantuk meskipun sudah tidur.

Jika Anda melihat gejala-gejala tersebut, Anda harus berbuka puasa dengan air atau garam. Anda juga bisa menikmati minuman seperti jus buah manis dengan sedikit garam.

Tips Menyusui saat Bulan Puasa Ramadan

Ada banyak ilmu yang membahas tentang menyusui sambil berpuasa. Banyak putusan atau fatwa telah dikeluarkan untuk mengatasi masalah ini, sehingga memungkinkan wanita membuat keputusan yang bijak untuk diri mereka sendiri. Sebaiknya Anda mengacu pada keputusan ulama setempat untuk menentukan pilihan yang paling cocok sesuai situasi mereka.

Meskipun puasa selama bulan Ramadhan tidak wajib bagi semua wanita menyusui, berikut adalah beberapa panduan yang bisa Anda terapkan saat berpuasa, di antaranya:

1. Tetap terhidrasi dengan baik

Asupan air yang cukup setiap hari sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Dianjurkan untuk minum sedikit demi sedikit selama waktu yang diizinkan, yaitu dari matahari terbenam hingga awal matahari terbit. 

Minum terlalu banyak sebelum berpuasa hanya akan mengisi kandung kemih dan Anda ingin segera buang air kecil setelahnya, sehingga Anda merasa haus sepanjang sisa hari.

2. Mengonsumsi makanan bergizi

Makan makanan yang bergizi seimbang, termasuk protein dan karbohidrat kompleks, selama sahur sangat penting. Ini akan memberikan energi yang dibutuhkan Anda sepanjang hari hingga berbuka puasa.

3. Segera buka puasa dengan makanan berenergi tinggi

Saat puasa berakhir, ibu yang menyusui harus segera berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan alami berenergi tinggi, agar energinya cepat pulih. Pilihan makanan untuk berbuka yang umum di kalangan muslim adalah kurma. Anda bisa makan kurma dan mencampurkannya dengan susu agar lebih kenyang. 

4. Memerah ASI dengan tangan

Bagi Anda yang terbiasa menyusui sepanjang hari, bayi Anda mungkin menjadi sedikit lebih rewel di penghujung hari puasa, karena tubuh ibu terkena imbas puasa. Selain itu, refleks pengeluaran ASI bisa melambat akibat stres saat puasa. 

Jika Anda mengalami masalah menyusui saat puasa, memerah payudara menggunakan tangan saat menyusui akan membantu mengeluarkan ASI dari bagian belakang payudara. Ibu akan melihat peningkatan transfer ASI yang memuaskan bayi.

5. Memahami produksi ASI

Memerah ASI bisa menjadi pengalaman yang bervariasi. Beberapa ibu tidak menemukan perubahan sama sekali dalam hal kuantitas ASI. Namun, beberapa ibu menyusui mungkin menemukan bahwa hasil ASI yang dikumpulkan di penghujung hari lebih rendah dibandingkan dengan pada hari sebelumnya. 

Jika hal tersebut terjadi, diharapkan ibu tetap tenang dan memahami bagaimana produksi ASI. Ketika ASI dikeluarkan dari payudara secara teratur, suplai ASI baru akan diproduksi. Namun, ketika jumlah cairan tubuh berkurang akibat puasa, jumlah ASI bisa sedikit lebih rendah dari biasanya dan ASI ibu biasanya terlihat lebih kental.

6. Jangan stres

Hindari stress berlebihan saat Anda menyusui dan berpuasa. Terima bantuan dari keluarga jika Anda ditawarkan. Anda dapat membuat buku harian untuk mencatat apa saja makanan dan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari. Ini dilakukan untuk memastikan Anda mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Rencanakan hari Anda dengan baik agar Anda bisa beristirahat. Jangan membawa benda berat atau berjalan jauh. Sebaiknya lebih banyak beraktivitas di tempat yang sejuk agar tidak mengalami dehidrasi.

Berbuka puasa dengan makanan sehat. Pastikan Anda mendapatkan protein yang cukup untuk kesehatan bayi Anda. Anda perlu makan karbohidrat yang melepaskan energi secara perlahan, seperti biji-bijian, tepung merah, beras dengan glikemik indeks rendah, kurma, dan buah kering lainnya. Selain itu, jangan lupa makan sayur dan buah, serta minum setidaknya dua liter air saat Anda tidak berpuasa. 

Jangan sampai ketinggalan sahur dengan alasan apa pun. Pertimbangkan untuk makan larut malam sebelum tidur jika Anda tidak sanggup sahur. Meskipun begitu Anda tidak bisa melewatkan sahur.

Referensi:
Lactation Matters (2018). Ramadan and Breastfeeding.
The Daily Star (2014). Breastfeeding during Ramadan.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0